Siswa Afrika Belajar Melalui Radio Selama Pandemi

Siswa Afrika Belajar Melalui Radio Selama Pandemi

Siswa Afrika Belajar Melalui Radio Selama Pandemi – Akibat pandemi COVID-19, sekitar 297 juta siswa di Afrika dan 1,29 miliar di seluruh dunia telah mengalami penutupan sekolah. Sekolah-sekolah ini harus segera memproduksi dan mendistribusikan materi pembelajaran jarak jauh, seringkali melalui program online dan siaran televisi. Siswa yang tidak memiliki akses televisi atau internet berisiko tertinggal. Oleh karena itu, banyak siswa dari komunitas miskin yang dirugikan. Namun, menurut UNESCO, 75% dari semua rumah tangga di seluruh dunia memiliki akses radio. Demikian pula, sembilan dari 10 rumah tangga memiliki akses radio di sub-Sahara Afrika. Berkat kelompok inovatif seperti Dewan Pendidikan Rwanda, siswa dapat belajar melalui radio.

Stasiun radio pemerintah, swasta dan komunitas telah menayangkan siaran pendidikan untuk membuat pembelajaran jarak jauh lebih mudah diakses selama pandemi. Di Republik Demokratik Kongo, Okapi Ecole, jaringan radio yang disponsori oleh PBB, menyiarkan program pendidikan untuk siswa di sekolah dasar dan menengah dua kali sehari. Siswa juga dapat belajar melalui radio di Peru; inisiatif “Aprendo en casa” menggunakan berbagai platform, termasuk radio, untuk mengajarkan pelajaran matematika, Spanyol, seni, dan mata pelajaran lainnya. Artikel ini akan memberikan lebih banyak contoh program siaran radio yang muncul untuk membuat pembelajaran menarik dan merata selama pandemi.

Literasi dan Kebersihan di Rwanda

Karena penutupan sekolah terkait COVID-19, 3 juta siswa di Rwanda tidak memiliki pilihan untuk menghadiri sekolah secara langsung. Pada April 2020, Dewan Pendidikan Rwanda mulai menyiarkan program pembelajaran radio. Siaran ini mengudara selama enam jam setiap hari kerja dan bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa di sekolah dasar. Hampir semua anak di Rwanda bersekolah di sekolah dasar; namun, menurut UNICEF, siswa sekolah dasar di Rwanda ”mendapat nilai terlalu rendah dalam ujian berhitung dan melek huruf”. Siaran radio berkualitas tinggi dan dapat diakses secara luas dapat mencegah siswa tertinggal dalam keterampilan literasi mereka. Akibatnya, siswa akan siap untuk kembali ke sekolah. Selain itu, UNICEF telah bermitra dengan Rwanda Broadcasting Agency untuk menyiarkan kelas literasi dan numerasi di seluruh negeri.

Serangkaian drama radio juga telah membantu mendidik warga Rwanda tentang pentingnya kebersihan dan cara mengurangi penyebaran penyakit seperti COVID-19. Orang-orang muda menulis drama ini dan memproduksinya bersama WaterAid, sebuah organisasi nirlaba. Masing-masing drama ini disiarkan ke sekitar sepertiga dari populasi negara itu, mencapai jutaan orang.

UNICEF Mendanai Siaran Pendidikan di Pantai Gading

Pada Maret 2020, UNICEF memberi Kementerian Pendidikan Nasional Pantai Gading $70.000 untuk pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19. Dengan bantuan sumbangan ini, Kementerian memperkenalkan siaran radio dan televisi pendidikan gratis sebagai bagian dari program “Mon école Maison”, atau “Sekolahku di Rumah”. Program ini berisi sumber daya untuk siswa di prasekolah, sekolah dasar dan sekolah menengah. Sayangnya, ketidaksetaraan gender dan kemiskinan tinggi di Pantai Gading. Program seperti “Mon école Maison” memastikan bahwa semua siswa dapat melanjutkan pendidikan mereka.

Inisiatif Rising on Air Menjangkau Siswa di Afrika dan sekitarnya

Rising Academy Network bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah di Liberia dan Sierra Leone. Perusahaan memperluas jangkauannya dan menyusun pelajarannya untuk melibatkan siswa selama pandemi. Mereka telah membuat sumber daya gratis untuk materi pembelajaran jarak jauh yang disebut Rising On Air. Alat pembelajaran jarak jauh ini berbagi pelajaran sehingga jutaan siswa dapat belajar melalui radio dan SMS. Rising On Air juga menyediakan program skrip pelajaran dan audio yang direkam sebelumnya selama 20 minggu. Pelajaran ini dapat dipersonalisasi agar sesuai dengan tujuan khusus pendidik. Pelajaran tersedia untuk siswa dari segala usia; ada program yang dirancang untuk anak-anak berusia tiga hingga lima tahun dengan “komponen interaksi keluarga-anak”. Rising On Air juga menawarkan kelas literasi dan numerasi untuk siswa dari taman kanak-kanak hingga kelas 12. Selanjutnya, setiap pembelajaran diawali dengan pesan tentang kesehatan dan keselamatan bagi siswa dan keluarganya.

UNICEF menemukan bahwa “lebih dari 50% anak usia sekolah” di negara-negara Afrika memiliki sumber daya untuk belajar melalui radio. UNICEF juga menyatakan bahwa siaran radio memiliki “peran penting untuk dimainkan” dalam respons pendidikan COVID-19. Rising Academy Network berkolaborasi dengan organisasi di seluruh benua Afrika dan sekitarnya. Selain itu, Rising Academy Network bermitra dengan pemerintah Sierra Leone, Liberia, Gambia, Chad, dan Guinea.

Kesimpulan

Menurut UNICEF, meskipun ”anak-anak yang terpinggirkan lebih cenderung berada di rumah dengan sumber belajar yang lebih sedikit”, siaran radio ”berpotensi menjangkau hampir semua anak, termasuk yang termiskin”. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi secara langsung berhubungan dengan tingkat pekerjaan yang lebih tinggi dan pengurangan ketimpangan pendapatan, serta masyarakat yang lebih sehat dan demokratis. Kemajuan menuju pengentasan kemiskinan global berisiko terurai. Sangat penting bahwa siswa di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk berhasil di sekolah. Dengan bantuan siaran radio, siswa di komunitas miskin dapat terus belajar selama pandemi COVID-19 dan kembali ke sekolah siap untuk maju.